Senin, 07 Maret 2011
dont ask..
tidak mau tahu..
hari ini semua terasa *lamu ..
bukan mengelu..
hanya ingin *melamu..
dada ini terus begelok entah kenapa..
benar kata Maya.. jangan tanyakan mengapa.. akupun tak tahu..
nafas tiba-tiba sesak saja..
insomnia terus meraja..
entah kenapa..
aku masih tidak tau..
ya ya ya.. benar.. saya tahu.
sepertinya terus hilang arah..
setiap posting selalu mengeluh..
uff..
sebenarnya tau dimana arah itu.
namun langka seakan terus menjauh.
butuh penunjuk arah..
yang memegang tangan kita berjalan seirama munuju arah semestinya
butuh sherpa ..
yang merangkul kita kembali ke jalaNya
dimana mereka..?
selamatkan saya,,
popayatono'abu2
Minggu, 06 Maret 2011
hilang
gunakan fungsi HPmu itu..
NO pulsa bukan alasan tidak membalas smsku
49 panggilan ke nomormu tidak pernah di respon kau disana..
...Ada apa..???
Minggu, 27 Februari 2011
hamba (alas kaki p*ng*asa)
Sapa da bilang kita suka ba bale..??
hmmm
rumor simpang siur kemana2..
sapa mau kembali ke tempat itu.. ? TAI.. sumpa mampos kita nimau ba bale..
aku hanya ingin mengabdkan diri untuk seluruh hamba yang biasa hanya dijadikan alas kaki yang biasa diakali untuk kepentingan sepihak.
Di tempatkan diujung sana'pun tidak mengapa..
Yah, Sempat ada keluh, (sifat pembawaan manusia) tapi segera bisa ditampikan. Lewat beragam skenario yang dijalankan agar bisa tetap menjalankan tugas dengan baik.
Tapi, manusia memang hanya bisa berencana.. huff
kabar itu tiba.. aku dipaksakan kembali. Entah ini ide dari mana..
hmm,,
Disitu memang indah' banyak memori... materi berlimpah, fasilitas ada.
Tapi bukan itu. Bukan itu yang di cari.
ketenangan jiwa tidak bisa diganti dengan materi.
Hamba hanya ingin berguna untuk para hamba yang lain. Bukan jadi '*****' penguasa. MAAF.
yah.. saya sadar sepenuhnya.. jalan yang di pilih memang penuh keteraturan..
sebagai penghuni kasta paling bawah dalam sistem yang .... (... tafsirkan sendiri),
prajurit hanya menjadi hamba untuk di tendang kemana suka.
sebagai penghuni kasta paling bawah tentu perintah harus dilaksanakan.
Sampaikapan? entahlah..
Semoga ada hikmah di balik ini.. SEMOGA
popayatono
Rabu, 23 Februari 2011
akhir bulan 2 (cek n ricek resolusi diri)
Resolusi mash jalan di tempat
Salah siapa?
Apa yang salah?
Harus Bagaimana?
Kenapa hilang Arah?
Mengapa sulit menghadapNya?
huff, entah harus dimulai dari mana..
10 bulan di muka harus berubah..
tujuanya masih sama mencari RidhoNya saja..
Selasa, 22 Februari 2011
Mengertilah kita beda (kasih tak sampai)
benar dulu kamu satu yang mengisi memori otaku
tapi itu dulu...
kamu dan aku sudah memilih kisah masing2.
Kesalahanku ku mencoba memulai kisah baru diantara kalian berdua.
Kesalahanku ku biarkan benih itu kembali.
Kesalahanku ku terbuai dengan kata dan kebaikannmu
Tapi itu dulu
Kini aku sadar ada garis api diantara kita
Kini aku sadar akan banyak korban jika kita teruskan
Aku tau kamu masih memendam rasa' kepadaku
Dan kamu harus tau' rasaku 10 kali lebih dalam kepadamu
Tapi kita beda. Kasih ini tidak bisa berlanjut.
Episode ini harus di akhiri. Memang bukan holywood ending.
Tapi demi kebaikan kita.
Mengertilah kita beda. Kasih ini harus diakhiri. SEKARANG
popayatono
Minggu, 13 Februari 2011
insomnia (part 1)
mata belum terpejam.
pikiran masih melayang.
Bayangkan kemuliaan.
sudah sepertiga malam.
mata belum terpejam.
pikiran masih melayang.
Bayangkan kehidupan.
Sudah sepertiga malam
dan masih bertarung untuk bisa terlelap.
sekejap untuk melapangkan pikiran, meluruskan pandangan.
untuk mencari kemulian dan kehidupan baru ESOK.
Sabtu, 04 Desember 2010
Belum ADA judul... (sebuah refleksi atau resolusi. TERSERAH)
Mungkin, fondasi yang rapuh berupa komitmen awal yang penuh tambalan membuat semuanya tampak tidak maksimal, (setengah setengah). what do you want? Dan jawabanya? Pasti selalu berubah… kepastian sepertinya sama seperti ketidak pastian.
2011 harus ada jawaban pasti. Tidak boleh berupah berubah apalagi plin-plan… Back to habbit, semoga bisa jadi solusi. “Ok… Lanjutkan langkahmu,”masih kata sahabat bak motifator ulung di penghujung percakapan berdurasi 2 menit 36 detik lewat telephone dengan signal patah-patah.
Lanjutkan Langkahmu.. sederhana.. tapi sangat kuat dan dalam… membuat kepala kembali menegak. Langkah kembali lurus. Welkonmen 2011. Segala resolusi mulai di data… salah satu yang paling penting berupaya kembali ke jalanNYa.. (4/12-2010)
.... melo time
Mencintai HA’..
Ketika pencarian BERAKHIR…
Ketika angan menjadi KENYATAAN…
Ketika semua pertanyaan TERJAWAB..
Ketika keraguan jadi KEPASTIAN..
Dunia seperti DIGENGGAMAN..
Ya.. Dia., memang bukan sosok SEMPURNA..
Benar.. Dia., memang punya banyak KEUTAMAAN..
Tapi..
Bukan itu PERSOALAN..
Bukan itu yang merubah PANDANGAN..
Karena..
Dia adalah PENCARIAN..
Dia merasuki ANGAN…
Dia juga menjawab semua PERTANYAAN..
Lewat demikian banyak PETUALANGAN..
Dia datang membawa KEAJAIBAN..
Bukan Melalui PANDANGAN..
Bukan Lewat Fisik Yang MENGGIURKAN..
Namun..
Dengan Kesederhanaan di tengah KEMEWAHAN..
Membuat ku tersadar dari KOMA..
Membuat ku mengagumi CIPTAANYA..
Merasa dihargai dan membuatku yakin
… bukan sekedar …
PALING TIDAK UNTUK SAAT INI….
Popayatono75.. Kamis (18/2)
Bertahan di Dunia Abu-abu .. (dulu..)
.. setelah lama bertapa.. hari ini postingan kata' mulai ditata...
..Arrgggggghhhhhhhh entah harus mulai dari mana? Ketamakan kekuasan menggurita dimana mana. Refleksi ketamakan, egoistik hingga segala ketebelece yang erat kaitanya dengan persoalan materi tidak terbendung. Hampir tidak jelas mana hitam mana putih. Semuanya abu-abu. Dikesempatan lain menjadi hitam, dilain waktu menjadi putih. Semuanya tentang kepentingan. Putih ataupun hitam tidak masalah, asal hasrat akan materi terpenuhi.
Abu-abu, semuanya jadi putih jika kepentingan (kekuasan) sudah campur tangan. Abu-abu semuanya bisa hitam, jika kepentingan (kekuasan) terancam.
Setidaknya hal ini saya jumpai di dua dunia yang berbeda. Baik sebagai seorang pewarta yang katanya sebagai penyambung lidah rakyat, pembela hak publik ataupun sebagai media kontrol dari jalannya pemerintahan, tantanan hukum serta dinamika di masyarakat. Nonsens. Asal ada kiprah, asal ada kontrak halaman, asal ada iklan, asal ada uang, asal ada ini asal ada itu semuanya bisa dibuat hitam. Semuanya bisa dibuat putih.
Begitupun dunia bi*****i yang kini menjadi pilihan dalam menjalani sisa hidup ke depan. Hampir tidak ada yang berubah, semua program yang digulirkan selalu beraroma proyek yang berujung pada kepentingan satu dua orang.
Muak, namun keterikatan dalam suatu sistem yang ketat membuat segala kreatifitas terpasung. Tidak ada lagi kreasi, semuanya tunduk pada satu aturan karet yang sudah menjadi garis api. Tidak bisa dilanggar. Bisa mati terbakar. Belum lagi istilah loyalitas, satu komando yang membuat ‘mati’ berdiri.
Tapi ini bukan akhir. 2012 masih lama. Semuanya bisa berubah. Generasi baru masih tumbuh tentu dengan idealisme murni. Murni peka terhadap nasib kaum tertindas, murni peka terhadap nasib petani, murni peka terhadap nasib buruh, nasib nelayan, nasib orang kecil lainya yang kerap jadi alat kekuasasaan yang nasibnya hanya dibahas di hotel bintang tujuh (habiskan anggaran) tanpa implementasi.
Akhirnya… Alfatihaku untuk semua pemimpin bangsa ini, semua pejabat pemerintahan, semua pengambil kebijakan agar terbuka hatinya tergerak niatnya ringankan langkahnya untuk membangun bangsa. (23-12-2009) pukul 18.00 (magrib.. ketahuan nda sholat euy…)
Senin, 23 Februari 2009
Berkah Ditengah Amukan Sungai Bone
| Rabu, 23 Juli 2008 | |
| Kumpul Kayu dan Ranting Pengganti MT Yang Kian Sulit Dijangkau Ramlah Abdulah, diusia yang kian renta, wanita itu masih sanggup memikul tumpukan kayu yang menancap pasti di punggung tuanya. Ramlah terus mengais kayu di bibir Sungai Bone. Bagi Ramlah, aliran deras sungai Bone sedikit membawa berkah. Paling tidak untuk mengepulkan dapurnya ditengah bahan bakar minyak tanah yang kian mahal. Warga memanfaatkan kayu yang hanyut di Sungai Bone untuk pengganti bahan bakar. (Taufik Asnawi/Gorontalo Post) Terik mentari yang cukup terik menyapa lagit Kabila siang itu tidak menggoyahkan Ramlah mengais tumpukan kayu yang kebetulan tersangkut di bibir sungai Bone yang mulai tenang. Tidak hanya Ramlah, tidak jauh dari tempat Ramlah mengais kayu Udin dan Hoga dua orang murid SD ini pun asyik mengumpulkan ranting di kebun jagung yang telah amblas, hanyut pun akibat hantaman arus deras yang terjadi sehari sebelumnya. Dengan langkah lunglai, sembari memikul tumpukan ranting dan kayu yang diletakan dipundaknya, Ramlah menuju tumpukan kayu miliknya yang sejak kemarin yang rajin dikumpul Ramlah. “Untuk buat kayu api,” kata Rahlah diiringi senyum khasnya, menjawab pertanyaan Gorontalo Post saat sibuk menyusun tumpukan kayu yang diperolehnya untuk dikeringkan. Uniknya, tanggul yang terdapat dipinggir sungai Bone, digunakan warga untuk menjemur kayu yang hanyut di sungai Bone. Tumpukan kayu tersebut disusun dalam beberapa bagian. Sekaligus menandakan setiap tumpukan merupakan milik warga. Seperti halnya tumpukan kayu milik warga yang sudah menggunung. Ramlah mengaku ekspedisi mencari Kayu bakar sudah dilakukan sejak sungai Bone mulai meluap. “Kemarin lebih banyak kayu yang hanyut,” katanya polos. Ditanya apakah kayu yang dikumpulkan di sungai Bone akan dijual kembali, ditampik Ramlah. Kayu yang dikupulkan, untuk digunakan keluarganya. “Bahan bakar kayu saat ini menjadi bahan bakar utama, setelah naiknya harga minyak tanah,” katanya sembari berjalan mengais kembali ranting maupun kayu dibantaran sungai Bone yang kembali jinak setelah sehari sebelumnya murka dan menghayutkan apa saja yang dilewatinya. Ramlah, kembali berjalan menyusuri bibir sungai, berharap mendapatkan seonggok kayu dan ranting. Paling tidak untuk terus mengepulkan dapur lewat asap kayu bakar yang menjadi alternatif ditengah tingginya harga minyak tanah yang kian sulit dijangkau. gpinfo |
Antara Tanam Pohon dan Pasukan Hijau Idol
| Jumat, 20 Juni 2008 | |
| Dari Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Gorontalo Peringati hari lingkungan hidup sedunia, tidaklah sebatas penghargaan bagi lingkungan lewat tanam pohon, namun BLH Kabupaten Gorontalo mengapresiasi para penjaga kebersihan lewat bantuan maupun kontes menyanyi untuk terus menumbuhkan semangat 'pasukan hijau' menjaga kebersihan Kabupaten Gorontalo dengan atau tanpa kehadiran Adipura. Taufik Asnawi Peringatan hari lingkungan hidup sedunia ke 38 tingkat Kabupaten Gorontalo kali ini beda dari pelaksanaan biasanya. BLH kabupaten Gorontalo tetap mengagendakan pelestarian lingkungan lewat menam pohon dibeberapa lokasi. Namun, kali ini peran serta pasukan hijau, sebagai 'Pahlawan' kebersihan kota mendapat apresiasi tinggi. langsung diadu lewat kontes menyanyi sebagai penambah semangat lewat aktifitas yang jauh dari rutinitasnya sehari-hari. Tingkah para pahlawan kebersihan ini pun sukses, seluruh pejabat teras dan tamu undangan dilingkungan Setda Kabupaten Gorontalo cukup terhibur dengan penampilah pasukan hijau. Sederhana memang, namun setidaknya apresiasi yang di berikan BLH Kabupaten Gorontalo, sejenak dapat melepaskan penatnya matahari pagi, sampah, debu jalananan, tingginya harga sembako, aroma sampah yang menusuk sanubari maupun lepasnya 'Adipura' yang menjadi lambang supremasi ke eksitensiannya pasukan hijau. ### |
Kisah Bari, Menanti Operasi Trauma Kebakaran
| Sabtu, 28 Juni 2008 | |
| Tetap Pede, Ingin Jadi Pilot atau Polisi Bari Setiawan (6) sesaat sebelum operasi koreksi cacat paska trauma di RS MM Dunda, Kamis (26/6) (Taufik Asnawi/Gorontalo Post) Tangisan Bari, bayi yang masih berusia lima bulan memecah keheningan fajar pagi di Desa Bulota Kecamatan Telaga. Bari, terbakar akibat Lentera yang digunakan untuk menerangi kamar tidurnya. Meski, langsung mendapat pertolongan, Bari harus kehilangan tangan kanannya, sementara luka bakar serius terdapat hampir diseluruh badan bayi mungil itu. Kini setelah enam tahun berlalu, Bari sudah menjalani dua kali operasi. Bagaimana kisah siswa TK yang memiliki cita-cita tinggi, sembari menunggu jelang operasi ke tiga kalinya itu? Taufik Asnawi, Limboto Tidak ada raut ketakutan di mata Bari Setiawan pada detik-detik terakhir menuju ruang bedah, untuk merekonsturksi lagi bentuk sebagian wajahnya, akibat luka bakar yang dialami Bari sewaktu berusia lima bulan. Bari hanya, sering mengeluh haus karena, harus puasa sebagai salah satu prosesi wajib menuju meja operasi yang dilaksankan sekitar pukul 15.30 Wita. Kamis (26/6). Sementara suasana ruang bedah di RS MM Dunda sendiri terbilang lengang, hanya Bari dan Eti Hamasa ibunya beserta beberapa sanak keluarga yang menemani Bari jelang Operasi koreksi cacat paska trauma luka bakar yang dialami Bari enam tahun silam. Ditemui Gorontalo Post jelang operasi Bari masih tampak segar, meski sedikit terganggu dengan cairan infus yang menancap pasti ditangan kecilnya. Mengetahui kedatangan Gorontalo Post, Bari pun langsung duduk di pembaringan dan menyimak pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Tidak ada rasa minder yang terpancar dari perilaku Bari, meski siswa taman kanak-kanan di Desa Bulota Kecamatan Talaga Jaya ini memiliki cacat fisik dibandingkan anak seusianya. "Ingin jadi polisi atau Pilot," tegas Bari mantap, menjawab pertanyaan wartawan tentang cita-cita anak belum masuk SD ini. Bahkan, tidak ada rasa trauma dialami Bari pada musibah yang dialami saat berusia lima bulan itu. Menurut, Eti ibunya, ini sudah ditunggu-tunggu Bari, bahkan saat diberitahukan akan menjalani operasi lagi, Bari senang-senang saja. Eti mengatakan, Bari sehari-harinya dirawat oleh keluarganya, sementara Eti mencari nafkah untuk membiayai putra kesayanganya di pabrik pengalengan ikan di Bitung Sulawesi Utara. Eti menceritakan, musibah yang dialami putranya, tepat saat Bari masih berusia lima tahun. Menurut Eti, tidak pernah disangka-sangka lentera yang diletakan didalam ruangan dapat merubah nasib anak semata wayangnya. Menurut Eti, sejak musibah itu, Bari sudah dua kali operasi, di RSUD Alloe Saboe, maupun RSUP Kandow Manado, namun hasilnya, masih belum terlalu nampak. "Untungnya, kali ini Bari dapat dioperasi lagi, atas bantuan Pemkab Gorontalo maupun RS MM Dunda," kata Eti sambil tersenyum penuh harap. Sementara humas RS MM Dunda. Sujono Kai mengatakan, operasi koreksi cacat paska trauma yang akan dijalani Bari, tidak dipungut biaya. "Tim operasi yang akan menangani Bari pun dari berbagai bidang, yang dipimpin dr Tomy Suharso ahli beda traumatologi," jelasnya seraya menegaskan, operasi ini akan dilakukan secara bertahap. Menurut Sujono, pengobatan terhadap Bari, bermula ketika ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Rachmijati Bobihoe melihat Bari saat pelaksanaan GM di Talaga Jaya. "Ibu Rahmi kemudian mempelopori agar Bari segera diberi tindakan medis guna merawat bekas luka bakar yang dideritanya, sehingga operasi ini dapat dilaksanakan hari ini,(kemarin, Red)," tandasnya. Sementara, tak terasa setelah tiga jam berlalu operasi pun usai, sekitar pukul 18.30 Wita Bari selesai menjalani operasi ketiganya. Selama itu, doa dan harap terus mengalir pada bocah lugu nan cerdas. Semoga Bari cepat sembuh, tetap percaya diri, bisa jadi polisi bahkan pilot pesawat antariksa. Semoga. gpinfo |
Sepenggal Cerita Pedagang Ulimu
| Senin, 22 September 2008 | |
| Berkah Ramadhan, Omset Hingga Jutaan Rupiah Siapa sangka kelapa muda (Ulimu) yang dijual setiap datangnya bulan Ramadhan mempunyai potensi ekonomi yang cukup besar. Bisa bayangkan, untuk sekali jual bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Tak heran, hal ini dimanfaatkan warga Bone Bolango yang alih status menjadi pedagang Ulimu ketika Ramadhan tiba. Berikut kisah salah seorang diantaranya. Salah seorang pedagang kelapa muda disalah satu daerah di Kabupaten Bone Bolango (dok). Mentari yang cukup terik menyinari Suwawa siang itu lumayan terik. Bagi sebagian besar warga yang sementara menjalankan ibadah puasa, istirahat sambil tidur-tiduran diruangan yang dilengkapi Air Conditioner (AC) ataupun hanya sekedar melepas penat di Mesjid selepas menuntaskan kewajiban sebagai Muslim menjadi pilihan, dibandingkan harus beraktiftas dibawah terik matahari. Namun, tidak demikian bagi Muzakir dan ketiga rekannya, memburu kelapa muda yang terdapat di Suwawa dan sekitarnya untuk dijual kembali. Yah, disadari Kabupaten Bone Bolango memang tidak dikenal lewat produksi kelapa, yang menjadi tumpuan masyarakat kebanyakan. Namun untuk mencari kelapa muda nan segar di daerah ini tidaklah sulit. Hampir disetiap pelosok daerah gampang sekali ditemukan. Tak heran, bagi pedagang Ulimu Kabupaten Bone Bolango menjadi salah satu target mencari kelapa muda segar. Begitupun halnya dengan Muzakir, deretan pohon kelapa yang berada tepat dipinggiran jalan Desa Bubeya menjadi incaran. Sejak pagi hari, Mujakir dan ketiga rekannya telah berhasil menurunkan ratusan buah kelapa muda, yang siap dijual di daerah tetangga. Ditemui Gorontalo Post, Mujakir sementara sibuk mengangkut kelapa muda hasil buruannya, ke sebuah mikro yang disewa untuk mengangkut kelapa muda ke Kota Gorontalo. Menurut Mujakir, Ramdhan tahun ini, merupakan Ramadhan ke tujuh diriinya beraktifitas menjadi pedagang kelapa muda. Lelaki paru baya dengan satu putra ini memang menunggu momen Ramadhan untuk menjual kelapa muda. “Omsetnya lumayan,” kata Mujakir beralasan. Kerja sambilan dengan menjual kelapa muda menjadi alternatif pekerjaan yang lumayan menjanjikan. Pasalnya, di tengah ketatnya persaingan menyusul banyaknya pedagang sejenis yang bermunculan tidak mengkhawatirkan Mujakir. “Saya sudah ada langganan khusus,” ujarnya dan mengatakan salah satu sekolah terkemuka di Kabupaten Bone Bolango yang menjadi langganan tetap pasokan kelapa muda Muzakir. Selain memasok kelapa muda dibeberapa tempat Muzakir yang membuka dagangannya di pusat Kota Gorontalo setiap Sore mengaku hasil yang diperolehnya setiap bulan Ramadhan cukup besar. Setiap hari sekitra seratusan kelapa muda yang habis terjual. Bahkan, menurut warga Suwawa ini, jika lagi laris kelapa yang dijual hingga 800 buah. Itu berarti, Mujakir bisa mengantongi jutaan rupiah, apalagi kelapa yang dijual dengan harga Rp 3000 perbuah. Tak heran, setiap kali bulan Ramadhan Muzakir lebih fokus menjual daganganya, dibanding pekerjaan lain. “Mungkin, ini salah salah satu berkah di bulan Ramadhan, minimal bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan si buah hati,” tandasnya. gpinfo |
| | | |
|---|
Cerita, Jelang Pengumuman UN SMA
| Senin, 09 Juni 2008 | |
| Makin Religius hingga Hunting PT Banyak cara yang dilakukan siswa mengikis ke khawatiran jelang pengumunan UN, ada yang berusaha tenang dengan mendekatkan diri dengan sang khalik, berharap banyak campur tangan maha kuasa, adapula yang sibuk merencanakan masa depan lewat 'hunting' perguruan tinggi sembari pasrah dengan hasil yang dicapai, menjadi sebait cerita SMA yang penuh warna. Taufik Asnawi/ Gorontalo Sindrome harap-harap cemas kian banyak diderita pelajar kelas III SMA se Indonesia, jelang detik-detik pengumuman hasil UN oleh Departemen Pendidikan Nasional pekan mendatang. Beragam tingkah dilakoni siswa jelang final result dari Depdiknas sepekan mendatang. Upin misalnya, siswa sekolah menegah kejuruan di Gorontalo ini meningkatkan tensi shalatnya, padahal dihari biasanya, Upin siswa itu disebut jarang skali 'nongol' di Mesjid yang hanya sekitar 10m dari kediamannya. "Tumben," celetuk teman-temanya yang melihat tingkah anaknya sore itu siap dengan perlengkapan tempur menyerahkan jiwa dan raga pada sang kuasa. Upin pun hanya tersenyum. Upin mengaku, dengan sholat sedikit banyak mengurangi kepenatan jelang pengumuman UN. "Semoga bisa lulus," harap Upin. Lain Upin, lain halnya Novie maupun Izal siswa SMK ini lebih 'cool' menghadapi pengumuman UN nanti. "Santai aja lah, kan sudah belajar, jadi tinggal tunggu hasil," jelas keduanya penuh keyakinan. Bahkan Izal cukup percaya diri bisa mendapatkan nilai nanti, bahkan Izal mengaku, dirinya bererta rekan-rekannya telah mempersiapkan acara di hari H pengumuman hasil ujian nanti. |
BBM Belum Naik, Tarif Bentor Mulai Meroket
| Kamis, 15 Mei 2008 | |
| Antri Panjang di SPBU Jadi Alasan Antrian Bahan Bakar Minyak masih menjadi pemandangan lazim di setiap SPBU di Kabupaten Gorontalo, (Muhamad Yasin/Gorontalo Post) Taufik Asnawi, Limboto JIka trayek kendaraan 'plat kuning' yang biasana membawa penumpang umum antar provinsi maupun antar kota masih menunggu keputusan Dinas teknis jika ada kenaikan harga trayek. Tidak begitu dengan bentor. Meski BBM belum naik, beberapa Abang bentor cuek menaikan harga tarif bentornya. Seperti pengalaman Ias, gadis berjilbab yang bekerja disalah satu instansi di Kecamatan Telaga. Ias uring-uringan soal tarif bentor yang sudah naik, sebelum pemerintah memutuskan kenaikan BBM secara resmi. Ias menceritakan, jika biasanya, harga normal tarif bentor sekitar Rp 2 ribu per penumpang. Kini abang bentor mulai menaikan tarifnya hingga Rp 3 ribu perpenumpang. "Memang, tidak ada ketentuan pasti soal tarif 'trayek' Bentor sekali jalan. Namun, ancang-ancang kenaikan BBM membuat beberapa abang bentor PD menaikan harga tarif bentor," ujar Ias kesal. Apalagi, Ias menambahkan alasan tukang bentor mengada-ada dan tidak bisa diterimanya. "Cari bensin susah, antrian di SPBU panjang," tutur Ias menirukan abang Bentor yang ditumpanginya dari Telaga menuju kediamanya di bilangan Andalas. Lain Ias lain pula pengalaman Upik, warga Kayu bulan Kecamatan Limboto, Udin mengaku kaget ketika tarif angkutan bentor berbeda dari biasanya. "Biasanya Rp 2 ribu kan Pa, kenapa sekarang Rp 3 ribu," tanya Udin. "Bentor mahal," sahut abang bentor sembari mengatkan, harga bensin di depot yang mencapai Rp 7500. Mungkin sebaiknya, bentor didaftarkan di Dinas transportasi hingga jalur dan ketentuan harganya jelas. "Hingga tidak asal-asalan mematok harga," tandasnya. Jadi setelah bentor apa lagi? tanya Udin dan menjadi pertanyaan Ias, Kapulu, warga Gorontalo maupun sekitra 200 juta penduduk Indonesia yang sementara harap-harap cemas menanti kenaikan harga yang mungkin tidak bisa lagi terjangkau.###/gpinfo |
Menguak Misteri di SMA Kabila
| Jumat, 24 Oktober 2008 | |
| Jadi Legenda, Ada Hantu di Sekolah Bangunan SMA I Kabila bukanlah tipikal, sekolah ‘angker’ bak cerita film horor indonesia yang gelap, suram penuh debu dan sarang laba-laba. Bangunan yang berusia lebih dari empat puluh tahun itu masih terawat baik. Bangunannya bersih, siswanya banyak, apalagi posisinya tepat di jantung Kota Kabilah. Pastinya, jauh dari kesan mistis. Tetapi siapa sangka, salah satu sekolah favorit di Kabupaten Bone Bolango masih banyak menyimpan mesteri. Salah satunya selentingan, soal ada hantu di sekolah. Bilakah sumur tua yang berada di belakang SMA Kabila menjadi salah satu tempat tongkrongan mahluk halus? (Taufik Asnawi/Gorontalo Post) Matahari yang menyinari Kabila siang itu lumayan terik, sekitar pukul 10.30 wita, manusia bersegaram abu-abu bertebaran di jantung Kota Kabila. Ada yang asyik nongkrong di depan pos polsek Kabila atuapun nongkrong di depan eks kantor BPU yang kini rata dengan tanah. Yah, saat itu seluruh siswa SMA I Kabila dipulangkan lebih awal, menyusul terjadinya kesurupan masal di sekolah yang di bangun sejak tahun 1965 itu. Melihat kondisi sekolah, sebenarnya jauh dari kesan angker. Tetapi, fakta bicara lain. Dari trade record siswa kesurupan SMA I Kabila mempunyai angka yang terbilang fenomenal. Memang belum ada data valid seputar berapa banyak siswa yang kesurupan di Gorontalo. Namun, belasan siswa yang mengalami kesurupan selama dua hari berturut-turut menjadi satu bukti bahwa SMA Kabila bukan sekolah ‘biasa’. Memasuki, pintu gerbang sekolah lagi-lagi penulis tidak mendapat tanda-tanda ada yang aneh dengan sekolah favorit warga Kabila dan sekitarnya. Apalagi saat itu, di sekolah masih banyak guru dan beberapa siswa yang belum pulang setelah hampir seharian menangani siswa yang ‘berontak’ akibat kesurupan mahluk halus. Namun, presepsi itu segera berubah ketika beberapa orang guru menunjuk satu lokasi yang berada di sudut sekolah. Menuju tempat tersebut tidaklah sulit. Dengan menyebrangi lapangan basket SMA Kabila lokasi yang disakralkan tersebut langsung tampak. Sumur tua, belakang perpustakaan sekolah tepat di depan toilet siswa. Tempatnya bersih, dinding kamar mandinya sudah dilapisi tegel. Namun, entah kenapa disiang bolong kala itu, ketika matahari pas berada di ubun-ubun, tiba-tiba rasa ‘dingin’ langsung menyergap. Kepala tiba-tiba seakan membesar, dan bulu kuduk berdiri. Padahal, ditempat itu, ada beberapa juru warta yang juga bersama-sama penulis, menelisik berbagai sudut sekolah yang katanya ‘angker’. (bersambung)/gpinfo |
Menguak Misteri di SMA Kabila (habis)
| Sabtu, 25 Oktober 2008 | |
| Hantu Beralis Tebal, Hingga Wanita Cantik Rupawan Sumur tua di belakang sekolah SMA Kabila cukup dikenal angker. Bahkan, keangkeran daerah belakang sekolah tersebut, turun temurun sejak sekolah favorit warga Kabila itu dibangun. Sejalan dengan waktu, tidak sedikit saksi hidup yang melihat lagsung sosok yang katanya sering lalu-lalang di lorong sekolah atau nge pos di SMA. Ada yang ber alis tebal hingga sosok wanita cantik. Berikut salah satu kisahnya. Salah seorang siswa saat mengalami kesurupan belum lama ini (dok) Fonni nama salah seorang guru di SMA Kabila menjadi saksi hidup keberadaan mahluk halus di sekolah tempatnya mengabdi beberapa tahun belakangan. ‘Oemar Bakri’ yang juga mengalami kerasukan pada Rabu siang kemarin menuturkan. Ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya ketika itu. Fonni mengakui, apa yang dirasakan saat itu baru pertama kali dirasakanya. “Saya merrasa ada semacam suara-suara yang aneh yang tak dimengerti. Pastinya, dari nadanya terksesan penuh amarah,” tuturnya serius. Tiba-tiba saja, lanjut Fonni mengisahkan, secara nyata tampak mahluk aneh yang langsung berhadap-hadapan, berusaha ingin masuk ke dalam tubuh sambil memegang kedua pergelengan tangannya dengan kuat. Ketika ditanya bagaimana wujud dari mahluk jelmaan itu, Voni sendiri mengaku tidak terlalu jelas. “Entah bisa dikatakan wanita atau pria karena bentuk wujudnya yang kabur. “Tapi yang jelas depe muka Cuma satu, agak kabur tapi depe mulu banyak dan beralis tebal,” tutur Voni dengan mimik wajah yang serius. Voni yang baru bergabung di SMA Kabila tahun 2000 ini mengaku tidak merasakan hal-hal aneh sebelumnya, meskipun diyakini sebagian guru dan siswa bila melakukan kegiatan ekstra di sore hari perlu waspada dan juga tak berani lalu lalang disumur tua sendirian. “Mahluk itu ingin mengunakan tubuh saya sebagai perantara untuk mengatakan sesuatu, namun tak berhasil. Tetapi yang berhasil saya tangkap dari sekian banyak perkataannya dimana dirinya selalu berada di empat kelas berjejer dekat sumur tua itu,” katanya. Cerita lain dikisahkan Anto, alumnus SMA Kabila 6 tahun silam. Menurutnya, cerita tentang hantu di sekolah sudah sangat sering di dengarnya. Setali tiga uang denga Fonni, Anto yang kini bekerja sebagai salah satu perusahan swasta di Gorontalo mengatakan, cerita tentang hantu di sekolah telah turun temurun menjadi legenda. Namun saya sendiri tidak pernah melihat dan merasakannya. Tetapi, menurut Anto, konon kabarnya, sumur tua yang berada tepat di belakang SMA I Kabila paling sering ditongkrongi mahluk halus. Tak heran, sebagian guru dan siswa SMA Kabila enggan untuk menggunakan toilet, tepat berada dekat dengan sumur angker itu. Apalagi konon daerah belakang sekolah dikabarkan tempat pembantaian warga pribumi sewaktu jaman penjajahan dulu. Pastinya, Kisah mencekam dari sekolah yang berusia lebih dari 40 tahun itu, bukanlah produk satu-satunya yang dihasilkan. Jika dirunut, tidak sedikit produk manusia berkualitas yang dihasilkan SMA Kabila, bukan hanya legenda cerita mistik. Ada hantu di sekolah. gpinfo |
Romantisme BPU BPU Kabila dari Masa ke Masa
| Sabtu, 20 September 2008 | |
| Ambruknya gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabila masih menarik perhatian. Lihat saja, meski tinggal tersisah bongkahan beton Gedung yang dibangun sekitar tahun 1962 tersebut masih menarik perhatian warga. Apakah melihat sisa puing bangunan yang menelan korban jiwa, atuapun sekedar reuni akan tempat yang menjadi primadona warga Kabila di tahun 60an. Taufik Asnawi/Gorontalo Post Sehari setelah ambruknya gedung BPU yang sementara direnofasi terus menjadi perhatian warga. Seperi halnya hari ini (kemarin,red), Jumat (19/9) sekitar pukul 10.00 Wita. Terik mentari yang menyinari Kabila pagi itu cukup menyita energi dan cairan tubuh, khususnya bagi warga muslim yang sementara puasa. Namun, beberapa warga nampak cuek, bongkahan bata yang masih berserakan jadi perhatian beberapa warga yang memang khusus datang melihat bangunan berukuran 10x20 meter yang pernah menjadi primadona. Tepat di depan gedung tersebut terdapat salah seorang yang cukup mengenal jelas bangunan yang berusia lebih 40 tahun itu. Zainab Punta 65 tahun bersama salah seorang anaknya punya cerita akan bangunan yang kini sudah rata dengan tanah. Zainab mengaku sejak lama bangunan yang berada tepat di depannya memiliki cerita tersendiri. BPU merupakan salah satu icon di Kecamatan Kabila. Bangunan tersebut cukup terkenal, bahkan pernah dijadikan bioskop. “Bahkan jika ada iven pertemuan penting, BPU selalu dijadikan pilihan utamanya,” jelas Zainab dan menambahkan gedung tersebut pernah dibuat iven MTQ. Sayangnya, makin lama gedung yang kian termakan usia tersebut mulai tidak diperhatikan dan tidak terurus. Beberapa kali BPU digunakan rema muda untuk kegiatan kesenian dan lainnya, namun setelah dicabutnya aliran listrik di bangunan tersebut, makin jarang kegiatan yang digelar di gedung BPU. Namun beda lagi bagi beberapa pemuda yang mengaku tingal disekitaran BPU. Kepada Gorontalo Post, ke empat pemuda yang dijumpai disisa-sisa reruntuhan menceritakan romantika akan bangunan yang dibuat secara swadaya itu. Apalagi kalau bukan tempat pacaran maupun sekedar nongkrong. Apalagi lokasi bangunan tersebut tepat berada di pusat kota. Pastinya, meski secara fisik bangunan tua itu sudah rata dengan tanah, namun cerita dan romantika sepanjang 40 tahun berdiri tidak akan ambruk, utamanya bagi warga Kabila dan sekitarnya. gpinfo |
